Jumat, 07 Oktober 2011

Hampir senja


Hidupmu indah jika kau tahu jalan mana yang benar. Harapan ada, harapan ada jika kau percaya. Sebuah lagu yang dinyanyikan bintang cilik.

Lalu apa yang terpikirkan jika Tuhan, 2000 tahun yang lalu menciptakan daun dengan stomata yang bisa menghasilkan suara yang dapat kita dengar. Kulit pohon yang membuka tubuhnya menandakan ia telah berusia. Mungkin aku bisa memanfaatkan hidupku yang dianugrahkan Tuhan secara bijak. Keyakinanku bahwa alam adalah rupa Tuhan yang lain.

Musim akan selalu berganti, hujan akan membanjiri tanah dan kemudian badai sinar matahari menghisap denyut nadi tanah. Awan putih tidak pernah diam di satu titik garis lintang ataupun garis bujur. Ia akan terus bergerak, melakukan petualangan untuk dirinya. Salju. Tanganku belum satu kalipun menyentuh lembutnya salju putih. Karena Tuhan lebih memprioritaskan aku hidup di atap tropis.

Terkadang aku iri dengan pohon mahoni. Ia masih mampu bertahan meskipun musim kemarau selalu merampas daun-daunnya yang licin dan kecil. Bahkan ia masih sempat berbuah. Buah yang pahit tapi mampu menolong manusia yang terjangkit penyakit. Meskipun kemarau panjang melanda, ia tetap tumbuh kuat tak menampakkan suatu suasana yang khawatir akan masa hidupnya, siapa yang akan menguburkannya jika ia mati.

Sebenarnya pohon mahoni lebih hebat dibanding nyaliku. Aku percaya pohon mahoni juga memiliki perasaan seperti aku. Ia tidak rela jika daun-daun hijaunya selama musim semi jatuh berserakan di ujung akarnya. Ada semacam kekuatan yang menjadikannya merelakan. “Aku percaya bahwa Tuhan yang menciptakan dan Ia jugalah yang akan mengakhiri”.

Mengapa tumbuhan ilalang saat dipangkas rata hingga akar, suatu hari ia akan tumbuh dan subur kembali. Ya, sebab Tuhan memelihara mereka.

Bunga pukul empat berwarna ungu mekar saat pukul empat sore

Bunga sedap malam tercium keberadaanya saat malam hari

Bunga iris mekar di sore hari

Bunga kantil akan terasa menyengat di tengah malam

I guess, all is their ways to thanksgiving for them God.


Penulis:::: perempuan pagi.

0 komentar:

Poskan Komentar