Sabtu, 27 Agustus 2011

Cinta Indonesia kah ?


Apakah Anda mau tinggal di desa? Pasti beberapa alasan akan Anda lontarkan untuk memperkuat bukti bahwa Anda mau atau tidak tinggal di desa. Jika saya bertanya lagi pada Anda, seandainya Anda diberi uang 5 juta untuk membeli tas, harus tas. Anda akan berlari dan membuang uang itu ke mall, atau ke luar negeri untuk sekedar membeli tas bermerk? Tas yang terbuat dari kulit buaya, ular, kulit sapi, atau daun pandan, anyaman bambu.

Tergantung selera mata dan hati memilih.

Jujur saya binggung mau mulai darimana, dan lewat pintu depan atau belakang untuk memulai perbincangan singkat dan sederhana dengan Anda.

Begini saja. Anda tahu tenggok? Kalau tahu mari baca kalimat berikutnya dan apabila tidak tahu mari bersama menyimak rantai kalimat dibawah ini.

Mata saya memang pencilak’an setiap kaki melangkah mata akan selalu lalu-lalang berputar diporosnya.Saya melihat dan berhasil menyimpan gambar ini untuk kalian yang menyempatkan mampir menonton, atau hanya memandang tulisan saya ini. Coba lihat dulu gambar sebelum deretan-deretan paragraf ini. Benda yang terbuat dari anyaman bambu digendong seorang ibu itu namanya ‘tenggok’.

Daripada muter-muter jalan lebih baik saya langsung ke tujuan saja.

Berhubung ini bulan tepat di hari kemerdekaan Negara Indonesia. Saya akan mengeluarkan uneg-uneg yang sudah lama saya tahan di dalam memori otak.

Dulu waktu saya masih SD sekitar tahun 1990’an melihat spanduk dipinggir jalan “Aku cinta rupiah” bahkan ada penyanyi cilik yang sempat melantunkan lagu Aku cinta rupiah, tapi saya lupa namanya. Mungkin Anda ingat?

Saya mulai berpikir saat itu, pasti warga Negara disuruh cinta rupiah agar timbul rasa nasionalisme. Tapi sekarang saya tidak pernah melihat spanduk itu lagi.

Kembali ke ‘tenggok’. Tenggok, wadah yang terbuat dari anyaman bambu yang sudah tua biasanya dimanfaatkan untuk menaruh barang-barang belanjaan ketika ibu-ibu desa ke pasar. Barang-barang semacam ini perlahan tergusur oleh kecanggihan teknologi. Namun, bagi mereka ibu-ibu dan nenek-nenek yang tinggal di desa dan kota (beberapa) masih menggunakan benda ini. Negara seharusnya berterima kasih kepada mereka ini, benda yang sederhana dan tradisional ini masih dipakai dan dilestarikan para wanita. Wanita disalah satu foto itu hanya satu contoh sikap bahwa ia mencintai produk dalam negeri. Made in Indonesia.

Sekarang, giliran Anda memutar ulang memori. Apakah Anda benar-benar mencintai Indonesia??

Saya tidak perlu jawabannya. Andalah yang memerlukannya untuk memaknai arti sebuah cinta untuk Negara Indonesia.

Salam merdeka!!!!!!


3 komentar:

  1. Saya belum benar2 mencintai Indonesia Ka, saya pakai produk luar je...

    BalasHapus
  2. ya bisa kita mulai dari diri kita sendiri bukan :)

    belajar photoshop

    BalasHapus