
jiwaku mencuri waktu saat bertemu Tuhan, mata menggerakkan tangan untuk membuka dan membiarkan uap-uap gas berdesalan menuju ruang persembunyian. lihat saja, satu helai daun kamboja merah muda menghijau. dalam hitungan jari tangan berulang akan mengalami kerusakan. warna kuning dan coklat mendominasi lekuk-lekuk tulang. ranting tetap tegar melepas satu helai daun menjatuh.
angin malam menjadi orkestra yang mengiringi upacara perpisahan itu. tak tampak tangisan yang berarti dan menggema. helai berwarna itu menyatu kembali pada ragawi sejati. semerbak parfum murni yang terbawa udara subuh membiaskan perkabungan. mengapa kau membuang air dari tulang matamu hanya untuk sebuah perpisahan?
Kenalilah, Fana namaku. Aku segera datang dan cepat pergi.
KET. gambar. Restauran di lantai 2, Tembi, Rumah Budaya Bantul.
angin malam menjadi orkestra yang mengiringi upacara perpisahan itu. tak tampak tangisan yang berarti dan menggema. helai berwarna itu menyatu kembali pada ragawi sejati. semerbak parfum murni yang terbawa udara subuh membiaskan perkabungan. mengapa kau membuang air dari tulang matamu hanya untuk sebuah perpisahan?
Kenalilah, Fana namaku. Aku segera datang dan cepat pergi.
KET. gambar. Restauran di lantai 2, Tembi, Rumah Budaya Bantul.
0 komentar:
Poskan Komentar