Berniat untuk tidak menunda-nunda sesuatu yang harusnya segera dikerjakan saat itu. Motor yang sudah saya anggap sebagai pacar saya sendiri. Mengapa? Karena dia selalu ada untuk saya, kapanpun, dimanapun (kecuali saat saya tidur kita berpisah ruang, hehe). Untuk kenyamanan pacar, saya menghantarkannya ke dealer untuk di servis ringan dan ganti oli.
"Servis mas" celoteh saya sambil membaringkan kelelahan saya di ubin berwarna putih.
"Apa lagi?" tanya balik mas petugas dealer.
Setelah saya curhat ini dan itu kepada mas hingga dihasilkan catatan 4 poin di secarik kertas bon.
"Antri dua motor lagi, ndak apa-apa mbak?" petugas berambut cepak dan berwajah ceria itu mengawali negoisasi.
Tanpa pikir panjang-panjang, dua kata saya sodorkan pada muka petugas diikuti sobekan senyum tanpa gigi muncul ke permukaan.
Meneguk fresh tea dingin sambil memikirkan akan membuang waktu luang ini kemana. Yah, mengunjungi Toga Mas, sebuah toko buku yang banyak diskon. Menginjakkan kaki dan saat melihat ternyata sebuah kertas putih bertuliskan Maff, tutup 25-29 Mei 2011 menempel di wajah pagar besi.
Kembali ke dealer sambil menebarkan senyum dalam hati. Pacar sudah dibenahi dan hampir selesai. Pacar terparkir di tempat semula menandakan bahwa sudah selesai di servis. Waktunya membayar.
Buka tas, sosok dompet coklat seharga 10.000 ribu tiada. Buih-buih kebahagian sekejap hilang berganti air mata. Semuanya disana, jatah hidup dua bulan melayang. STNK, KTP,ATM, KTM dan kuitansi SPP. Tapi, saya tidak mau menangis berlebihan. Saya mengingat-ingat selama 2 jam tadi saya mengunjungi tempat mana saja. Sesudah bernego dengan petugas dealer, berat hati menitipkan pacar dan helm di dealer. Ke bank blokir atm atau kemana?
Namun, saya tidak mau panik. Hanya bertanya, Tuhan, ada apa dibalik kejadian ini? dalam hening dan kekacauan pikiran.
Saya yakin sekali dompet itu akan kembali utuh ke tangan saya.
Mau ke bank jalan 2 km, panas pula. Menjulurkan jari-jari ke saku untuk ada uang seribuan empat dan receh 500 dua keping.
Berhasil masuk bank dan diberi saran ini dan itu. Sudahlah saya putuskan untuk ke sebuah rental dimana 1jam yang lalu saya mencetak kertas-kertas untuk dosen pembimbing.
Kegelisahan yang memanas menjadi dingin dan sejuk sekali. Belum sempat mengelurkan huruf-huruf bermakna tanya, penjaga rental sudah pasang senyum.
"Mas, tadi nemuin dompet warna coklat ndak?" sambil senyum penuh bimbang.
Bukan jawaban kata yang saya dapatkan.
Tangan kanannya merogoh sesuatu di rak didepannya. Menyerahkan sebuah dompet coklat pada saya. Air mata yang sempat berkubang di cekungan rongga mata saya menguap. Itu dompet saya yang hilang.
Tuhan, penjagaanmu padaku tak pernah berubah.
Saya hanya senyum menunduk sambil memegang erat. Merapatkan 10 jari saya dan berkata, jangan tinggalkan saya lagi, dompet coklat.
Beberapa bulan lalu kamera coklat saya pun hampir sebulan penuh menyembunyikan diri dan meresahkan saya. Sekarang dompet coklat saya nyaris kabur dari tanganku.
So:
1. Kecerobohan perlu dikendalikan di setiap harinya
2. Jangan panik dulu jika kehilangan sesuatu
3. Hati-hati setiap waktu, sesuatu milik kita ketika di dunia bukan seutuhnya milik kita dan sewaktu-waktu bisa hilang kapanpun tanpa kita duga.
Percayalah, Tuhan, dimana-mana akan menjagamu.
Foto: Ini dandelion yang telah tua dan siap dipanen, saya menemukannya kemarin sore di pinggir selokan. I got the beauty.
"Servis mas" celoteh saya sambil membaringkan kelelahan saya di ubin berwarna putih.
"Apa lagi?" tanya balik mas petugas dealer.
Setelah saya curhat ini dan itu kepada mas hingga dihasilkan catatan 4 poin di secarik kertas bon.
"Antri dua motor lagi, ndak apa-apa mbak?" petugas berambut cepak dan berwajah ceria itu mengawali negoisasi.
Tanpa pikir panjang-panjang, dua kata saya sodorkan pada muka petugas diikuti sobekan senyum tanpa gigi muncul ke permukaan.
Meneguk fresh tea dingin sambil memikirkan akan membuang waktu luang ini kemana. Yah, mengunjungi Toga Mas, sebuah toko buku yang banyak diskon. Menginjakkan kaki dan saat melihat ternyata sebuah kertas putih bertuliskan Maff, tutup 25-29 Mei 2011 menempel di wajah pagar besi.
Kembali ke dealer sambil menebarkan senyum dalam hati. Pacar sudah dibenahi dan hampir selesai. Pacar terparkir di tempat semula menandakan bahwa sudah selesai di servis. Waktunya membayar.
Buka tas, sosok dompet coklat seharga 10.000 ribu tiada. Buih-buih kebahagian sekejap hilang berganti air mata. Semuanya disana, jatah hidup dua bulan melayang. STNK, KTP,ATM, KTM dan kuitansi SPP. Tapi, saya tidak mau menangis berlebihan. Saya mengingat-ingat selama 2 jam tadi saya mengunjungi tempat mana saja. Sesudah bernego dengan petugas dealer, berat hati menitipkan pacar dan helm di dealer. Ke bank blokir atm atau kemana?
Namun, saya tidak mau panik. Hanya bertanya, Tuhan, ada apa dibalik kejadian ini? dalam hening dan kekacauan pikiran.
Saya yakin sekali dompet itu akan kembali utuh ke tangan saya.
Mau ke bank jalan 2 km, panas pula. Menjulurkan jari-jari ke saku untuk ada uang seribuan empat dan receh 500 dua keping.
Berhasil masuk bank dan diberi saran ini dan itu. Sudahlah saya putuskan untuk ke sebuah rental dimana 1jam yang lalu saya mencetak kertas-kertas untuk dosen pembimbing.
Kegelisahan yang memanas menjadi dingin dan sejuk sekali. Belum sempat mengelurkan huruf-huruf bermakna tanya, penjaga rental sudah pasang senyum.
"Mas, tadi nemuin dompet warna coklat ndak?" sambil senyum penuh bimbang.
Bukan jawaban kata yang saya dapatkan.
Tangan kanannya merogoh sesuatu di rak didepannya. Menyerahkan sebuah dompet coklat pada saya. Air mata yang sempat berkubang di cekungan rongga mata saya menguap. Itu dompet saya yang hilang.
Tuhan, penjagaanmu padaku tak pernah berubah.
Saya hanya senyum menunduk sambil memegang erat. Merapatkan 10 jari saya dan berkata, jangan tinggalkan saya lagi, dompet coklat.
Beberapa bulan lalu kamera coklat saya pun hampir sebulan penuh menyembunyikan diri dan meresahkan saya. Sekarang dompet coklat saya nyaris kabur dari tanganku.
So:
1. Kecerobohan perlu dikendalikan di setiap harinya
2. Jangan panik dulu jika kehilangan sesuatu
3. Hati-hati setiap waktu, sesuatu milik kita ketika di dunia bukan seutuhnya milik kita dan sewaktu-waktu bisa hilang kapanpun tanpa kita duga.
Percayalah, Tuhan, dimana-mana akan menjagamu.
Foto: Ini dandelion yang telah tua dan siap dipanen, saya menemukannya kemarin sore di pinggir selokan. I got the beauty.
so sweeeet 1 catatan smuanya memang serba cokelat yaa??? hehe
BalasHapusSaya kan suka sekali warna coklat,
BalasHapus