Selasa, 17 Mei 2011

Berduplikasi


Ku ambil kertas putih belum terlukis noda-noda berwarna-warni

Jari tangan melayang kadang tenggelam hingga waktu berlari kencang karena bosan melihat ulah bodoh ini

Ku tumpahkan tinta hitam dengan satu bulatan penuh

Bola mata telah terdiam senyap oleh kelopak mata

Genangan hitam itu bercengkrama dan terikat dengan serat-serat kertas

Detik meloloskan menit hingga putaran satu rotasi bumi terjadi

Ku tenggok kertas yang ku pilih di malam itu, tlah berubah lebih cantik

Benih-benih tinta itu menyebar sempurna, berpola tanpa keteraturan

Ku tarik kertas bernoda itu dan ku tunjukkan pada purnama

Tiba-tiba suara lirih mendekat ke pendengaran

Perbedaan itu indah bahkan mempesona, jangan pandang putih dan hitamnya

Tetapi hargailah sesuatu yang sudah terjadi dan peliharalah jangan sampai timbul luka

Ijinkanlah rindu merekatkan keduanya dan waktu menunjukkan tugasnya


0 komentar:

Poskan Komentar