Ku ambil kertas putih belum terlukis noda-noda berwarna-warni
Jari tangan melayang kadang tenggelam hingga waktu berlari kencang karena bosan melihat ulah bodoh ini
Ku tumpahkan tinta hitam dengan satu bulatan penuh
Bola mata telah terdiam senyap oleh kelopak mata
Genangan hitam itu bercengkrama dan terikat dengan serat-serat kertas
Detik meloloskan menit hingga putaran satu rotasi bumi terjadi
Ku tenggok kertas yang ku pilih di malam itu, tlah berubah lebih cantik
Benih-benih tinta itu menyebar sempurna, berpola tanpa keteraturan
Ku tarik kertas bernoda itu dan ku tunjukkan pada purnama
Tiba-tiba suara lirih mendekat ke pendengaran
Perbedaan itu indah bahkan mempesona, jangan pandang putih dan hitamnya
Tetapi hargailah sesuatu yang sudah terjadi dan peliharalah jangan sampai timbul luka
Ijinkanlah rindu merekatkan keduanya dan waktu menunjukkan tugasnya
0 komentar:
Poskan Komentar