siang mulai mengajakku berjalan
melintasi keberadaanmu
menengok kegirangan
fisik utuhmu telah diseberang
bersama angin yang bersuara lirih
keraguan berjalan bersama keyakinan
ruang singgah masih kosong
E-M-P-I-T-Y
kepudaran yang bergelimang
harapan yang tumbang satu-persatu
doa merintih
dunia kita berbeda jauh
aku real
kamu semu
ah,,,, jangan menjadi buih-buih ombak yang akan hilang
saat mataku berkedip memaknai
mukjizat
menunggu roda hidup pada gerigi keajaiban
agar senyum masih berlabuh