Sabtu, 19 Desember 2009

make over














make over.... asal saja menuruti keinginan teman. agar terlihat menarik dan fresh itu yang acap kali mereka ucapkan. dan,,,,,,, tutut.ttt........ hasilnya.... tambah poni..... biar kayak anak kecil........
ibu aku segera datang memeluk mu...... nantikan ku sungguh......... kita rayakan Natal.... seperti yg kau mau.............

Butuh

Telat bernaung dan kau basah penuh air

Ufuk mata mu masih sulit untuk jujur

Malam kau lebamkan dengan kemahiran tawa mu

Siang penuh kegelisahan hari akan cepat berlari

Pagi terlalu sepi membuka hadiah

Sudah jauh tak paham pula

Kini dekat sentuhan saja yang tertinggal

Air asam berlomba untuk terjun jatuh

Pertanda kau lelah

Tiupan butir-butir salju cair akan mengalir

Merubah menjadi putih dan manis

Awan mendung di rona kusam mu

Segera kan musnah lepat

Oleh kicauan nyanyian lembut dan senyum dari seberang

Tapi ada sisi bolong yang hina

Kau dan....

Namun bersama wanita di dalam kotak coklat akan menjadi anggun

Mari tuliskan batin dan keluh mu dengan wanita itu

Rekatkan kata itu di tiap kertas putih berkilauan itu

Agar kau mengerti ini

Ya....... butuh.

Aku : Magdalena

Kamar !

Ku rasa itu hal yang konyol dan buruk

Mustahil sekali akan terjadi di kilatan sinar mata itu

Sayup dan sedikit ruang kosong masih terlihat

Kamar utama tlah terisi masa lalu yang cukup melelahkan

Kamar kedua sedikit mendongrak senyuman mentari

Kamar ketiga hanya jendela tua dan rapuh yang terbuka

Kamar kelima sepi dan berbau

Kamar keenam hampa terus bersiklus

Kamar ketujuh sungguh bijak pria itu

Kamar kedelapan begitu menggetirkan aurora cinta

Kamar kesembilan gudang perjumpaan

Kamar kesepuluh penuh sinar putih tergerai

Kamar kesebelas setengah bidang pelangi coklat buram

Kamar keduabelas saksi mati

Kamar ketigabelas dentuman hati yang terpatah kan

Kamar keempatbelas helaian kisah semu yang tlah mengkristal

Kamar kelimabelas senyum yang menemani langkah

Kamar keenambelas kerutan duka cita akan kegagalan

Kamar ketujuhbelas cinta yang terapung pada waktu

Kamar kedelapanbelas surat untuk calon pria bijak yang beruntung

Kamar kesembilanbelas sulit tersibak oleh mata

Kamar keduapuluh hampir dekat

Kamar keduapuluh satu cukup berdiam hingga pria bijak mengerti asa

Kamar keduapuluh tiga kepercayaan saja

Kamar keduapuluh empat malu menyelimuti empat mata sedikit coklat

Kamar keduapuluh lima serahkan semua pada Pengemudi

Kamar keduapuluh enam kamu O-`\,./`-* aku.

Ïk@ Mari MÄgd@LENA ciu....

mengapa

Marathon dengan waktu di siang panas cerminkan seharusnya bersandar di pelukan sang dewa. Sudah tiba pukul untuk melesat kembali mendobrak masa lalu penuh kesuraman. Bosan dengan keramaian suara asing itu. Ingin sejenak mengurai cerita lama dengan jeritan lugu itu. Lugu itu masih terkotak rapi terlindungi plastik transparan di pojok gelap sana. Selalu terhantar memihak masa lalu yang tidak rapi dan berantakan namun berkisah. Sudah waktunya buka hati untuk orang lain? Tepis bibir seorang cewek.

Memang hanya kembali terus menerus ke masa lalu yang sesak dengan kesemuan belaka. Kisah semu itu tak kan berubah wujud menjadi sesuatu barang nyata yang siap dipilih oleh mata dan tangan serta jiwa. Kebodohan saja yang akan terulang dan menyiksa selamanya jika tetap bertahan.

Mas....mas.....(sambil mencubit pipi pria yang dipanggilnya). Pria itu cukup tersenyum dengan berkata-kata sekecap. Mungkin pria itu merasakan kecentilan wanita itu. Tersebar empat singgasana wanita siang itu di pelataran yang cukup luas. Namun, hanya wanita itu yang sudi menggoda pria itu.

Wanita berkaos biru itu hanya tersandar sedih tertusuk pisau kegetiran sambil menutup kedua kelopak mata coklatnya. Meraih kesejukan karena terluka sayatan pisau itu. Untungnya terpaan udara melayang masih terhembus kan sengal di busung dada indah nya. Pria itu mungkin saja memerhatikan yang lain. Saat kelopak mata hitam itu mekar sayu, kembali adegan pasrah dan menggelikan itu meracuni udara siang yang lirih.

Harus termakan dengan memaksa menelan utuh-utuh hingga tersangkut melintang di mata indah nya. Ah.. Tuhan ada apa dengan semua ini? Kebijakan itu terampas dan semakin tawar bagi tanah. Apakah hati nya menanggapi serius begitu saja ataukah jijik pasrah menikmatinya?

Not-not lagu berbaris acak-acakkan. Tetapi kerinduan wanita malang itu sedikit terpuaskan. Tersudut berdua bersama pria yang membuat nya bergeming syahdu. Takut menatap bola bijak nya, menangkal asa itu akan membakar udara siang. Sudah cukup kepasrahan nya menghanguskan seluruh daun-daun coklat yang tlah kusam dan rapuh.

Kembali memejamkan bola mata nya dan bersandar pada suatu pribadi yang sepaham dengan wanita itu. Tersenyum gurih karena canda tawa yang mengucur deras di bawah lindungan beratap kan harapan. Sempat wanita itu berbayang mungil bahwa pria bijak nya yang menghampiri dan menganti pribadi yang sepaham serta selaras. Sungguh mustahil ...tahu........ tidak akan ada. Roh nya bernyawa berkata.

Butir detik-detik biru tlah berjatuhan pertanda saatnya berpisah dan mengalihkan semuanya. Pria itu lagi dan kembali tersuguhi rayuan siang tak pantas layaknya manusia malam. Ya jangan layani dia pergilah dan pulanglah. Gerutu kesal wanita berumur kepala 2. Pria itu memegang dan berpikir. Senyum bijak nya turun dan mengalir hingga menjauh dan tak terlihat lagi.

Rayuan kata sekarang jauh tertinggal kalah dengan kicauan jemari centil. Kerenyahan semakin terasa seiiring mekarnya bunga pukul empat dan mengatupnya daun-daun kecil ketika gelap berdatangan. Dentingan klenengan yang tergantung tinggi terhenti lama. Sampai berdentang lagi seperti lonceng Natal nanti. Tengah malam yang sunyi penuh kepenantan terusir lenyap karena hadirnya cahaya bulan membubung jauh. Paras mu yang penuh kubangan tak berarti jika hanya kau yang mampu menghangatkan kegalauan malam.

Rumput hijau itu tak mampu bertahan untuk menjaga embun yang tertinggal dan gugur menyentuh awal kehidupan baru. Senja jingga akan bertamu di ruang bumi kotor ini. Sudahlah terkatung-katung mantapkan sorotan cahaya putih untuk lengkungan sebuah pelangi.


ika maria magdalena

Pasrah

Tertegun menelan sendu

Teriring bisikan angin setengah waktu mengerahkan badan letih

Bukan letih jasmani tidak pula lelah otak kiri

Sudut seberang mengerang lirih

Bersandar diantara udara yang terapung ria

Pejamkan mata untuk mengapai bebas wajah bijak mu

Mereka tak akan mengerti bahwa hari tlah berganti

Ciptakan asa melirik rasa

Terlalu mampu dan hebat membayangkan dedauan berjatuhan

Daun itu milik ku bukan milik kalian

‘Tolong selimuti asa ku’ kata ku

Cukup itu pinta perih ku

Tlah tertatih sukma ini terjaga penuh

Tutup kesenangan hangat itu

Menanti berlabuh tepat di tepian sang bijak

Bukan kah kau melihat ku?

Namun, pasrah saja dan layani mereka

Kau merusak nya penuh sadar mu

Seharusnya tersemayam asih di pangkuan bijak mu

Aku hanya terpasung diam merintih

Menangisi sisi indah cinta itu terlukai

Beruntung pelukan ringan menenangkan roh

Hingga bias tetesan mata terurai menjadi pelangi siang itu


By: Ika M M

Kamis, 17 Desember 2009

Perlindungan


Terbersit ucapan letih dari hidup yang sedikit hilang pengharapan ‘aku takut Tuhan’. Mengapa aku merasa akan menghadapi sesuatu yang memekakakan telinga hingga tuli ku alami. Sinar merah terpancar menodai raut ciut wajah ku. Mata yang tersipu simpan kan beribu harapan yang tak terwujud karena perkara kecil semu.
Hidup terlunta karena ketidaktaatan akan Engkau. Perlindungan lembut slalu Kau berikan pada gelas harapan ku. Aku merasa takut akan menghadapi hal itu. Apa yang harus ku katakan Bapa, jika aku bertemu seorang semu itu menjadi nyata. Kepolosan ku semasa SMA yang bersikap centil dan sekarang berubah menjadi tetap seorang gadis cilik yang pendiam. Meskipun badai bertubi-tubi runtuh ke atas bumi ini.Aku akan tetap duduk menanti waktu bukakan jalan ku.
Setelah beberapa buku kisah cinta sejati ku makan dalam beberapa hari. Rasa ketakutan itu semakin hilang hampir netral. BerpH 6,5. Sisi indah cinta akan dikemudikan Bapa yang sempurna. Bahkan aku akan terkagum hingga tak dapat katupkan dua bibir tebal ku. Penghujung tahun semakin terasa lega melepaskan dia. Semoga dia dapat sembuh dan hidup benar.
‘Apabila kamu bersungguh-sungguh mencari Aku, kamu akan menemukan Aku apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati’ Yeremia 29: 13. Pencarian ku untuk seorang penghibur sejati semakin tampak bahkan tak hanya itu. Ketakutan batin yang datang dengan menerkam keutuhan jiwa ku. Ingin meruntuhkan dinding kehidupan ku yang lugu. Aku masih lugu Bapa. Aku tak mau mendempuli tubuh ku dengan hal duniwai. Aku ingin tetap dan bertahan menjadi seorang gadis yang beranjak mulai bermimpi akan masa depan. Inilah harta terindah ku, tak pedulikan orang berorasi pada ku apa saja. Namun, aku mau keluguan hati ku Kau simpan bersama waktu yang ku miliki.
Aku merasa bebas layaknya seorang anak burung yang menjatuhkan diri dari sarangnya. Untuk belajar hidup mencari makan sendiri dan menikmati cantiknya alam semesta. Saat ini aku akan putuskan untuk lebih hidup dan mempercayai seutuhnya kepingan kotor tubuh ku. Dosa merajalela dan aku sekarang tlah merasakan begitu gurih dan manisnya madu cinta Mu untuk ku rasakan kapan pun aku mau.
Thank’s Lord, kegetiran ku selama ini tlah Kau putuskan sampai tahun ini saja. Kehidupan sederhana dan bermakna bersama Mu menanti ku. Dalamnya kasih Mu tak terukur oleh waktu. Pengantin pria Surgawi. Bapa nyatakan ini untuk saudara ku. Bantu dan kemudikan kisah perjalanan duka cinta ku dengan pangeran coklat atau putih ku. Kau sangat berarti melebihi nyawa ku Bapa. Aku hari ini akan bertemu Bapa dengan nya ijinkan aku merasakan indahnya pagi ini. Memeluk erat tubuh bijak nya dengan kesemuan yang ku miliki.

Ika Maria Magdalena ^_.)

Greeny dan Berhala itu bernama MANUSIA




Pukul 00.00 am telah jatuh penuh gelak tawa anak manusia yang terlelah menghabiskan waktu hari itu. Pojok jalan hitam itu sudah mulai menorehkan elegi pagi mereka. Sedangkan kami mengisi perut yang tertahan lapar. Berhala itu bernama itu bernama manusia by Wicaksono C. Nugroho. Selentingan kecil untuk Natal PMK UNY 2009.
Berlatih, pekakkan tiap sudut cahaya runtuh ke dasar hati. Wiwin dan Benny as a couple. Hendro, Yeremia, Nuning, Fian, Deka dan Tina Sitorus as satu geng pembrontak yang akhirnya sadar akan kasih Bapa. Sunu kastawa dan Andrianus as waria 1 & 2. Dedy simarmata as pengatur musik, & Ika maria magdalena as narator. Kami hanya ingin berikan yang terbaik bagi Tuhan.
Thank’s all my friends,,,, kalian telah mengisi bagian kamar ku yang kosong saat ini. Canda tawa, capek, kebersamaan, senyuman, ejekan, pujian, makanan, waktu kalian yang seharusnya untuk istirahat kalian berikan untuk kekosongan waktu ku. Tanpa kalaian sadari, aku terhibur dengan kalian. Terima kasih semuanya. Aku ingin ada kesempatan yang pertemukan kita seperti kesempatan ini lagi.
Tawa dan senyum kalian terbalut rapi dan manis di kotak coklat ku. Setiap aku butuh itu akan ku buka kotak coklat itu. Ejekan kalian pada ku mampu ciptakan aku tersenyum bebas. Cahaya hijau itu menemani gerak tubuh dan segala nya malam itu. Pohon itu pun merajut ‘greeny’ segar melihat kegembiraan dan kebersamaan kita. Akan segera hilang dan usai. Alunan musik ‘LIRIH’ by Arie Lasso menekukkan hati ku pada malam. Guguran daun tua coklat itu terinjak oleh kaki kotor kalian. Daun coklat itu juga menyimpan senyum kalian dan aku.
Sungguh kosong dan kusam nya aku saat tanggal 22 DEC 2009 tiba. Aku akan kehilangan senyum lepas kalian yang mengisi setengah kotak coklat kesayangan ku. Ku harap kisah ini akan tersambung lagi. Tuhan berikan aku satu senyuman manis yang ku bawa tiap detik di hari ku. Sebagai penghibur malam bersama keheningan sepi ku.

By: Ika Ciu....